Kehilangan pasword admin pada sebuah aplikasi adalah hal yang sangat menegangkan, terlebih di saat pimpinan datang mengecek pekerjaan kita sebagai pustakawan. lupa pasword admin bagaimana bisa login??
tentunya bisa jika kita tahu fungsi tabel pada Phpmyadmin pada instalasi sofware senayan. berikut caranya agar pustakawan dapat menjalankan lagi aplikasi perpustakan (Senayan Library Manajemen Sistem).
1. buka Phpmyadmin jika anda menggunakan psenayan lewat http//localhost/pma kemudian masuk dengan username root dan pasword psenayan. kalo anda menggunakan senayan biasa dg aplikasi xampp maka ke http:localhost/phpmyadmin.
2. buka tabel databesnya yang di berinama senayandb (jika nama database masih belum di rubah). tabel database yang anda gunakan biasanya besara di sebelah kiri. (gambar)
3. cari tabel dengan nama "user" pada tabel ini berisi username dan password yang di gunakan untuk melakukan sigin /masuk pada admin aplikasi senayan. (gambar)
4. cara mengganti paswordnya ada di sini. anda klik tabel user, maka akan muncul daftar username yang di miliki oleh aplikasi senayan (gambar). selanjutnya cari gambar pena (edit) pada username name admin (bernilai1)
5. setelah muncul tabel dg nama user_id, username, realname, password, dst. selanjutnya anda ubah pada tabel bernama password pada kolom function masih kosong dan pada value berisikan huruf dan angka tidak beraturan. disinilah letak pergantian pswordnya.
6. pada kolom function klik pada anak panah yg ada dan pilih "MD5" sendangkan pada kolom value yg tadinya berisi angka dan huruf tidak beraturan (21232f297a57a5a743894a0e4a801fc3) silahkan ganti dengan tulisan admin (untuk pasword login ke aplikasi senayan).
7. langkah terakhir klik tulisan "go" di bawah tabel yang telah di edit.
8. beres tnggal login dengan pasword baru sesuai yang anda tulis pada kolom value tadi....
selamat mencoba....semoga kesuksesan hadir untuk kita semua......amin....
Mau atikel lainnya?? klik disini
Artikel Perpustakaan
seperti halnya perpustakaan, pustaka_ku adalah salah satu blog yang berbagi akan ilmu pengetauan. namun penulis dalam blog ini akan lebih mengfokuskan akan informasi yang berhubungan dengan dunia pustakawan atau tentang ilmu perpustakaan. karena punulis masih dalam tahap proses pendidikan mohon kesediaan dari para pustakawan untuk memberi komentar/saran dan kritiknya yang sifatnya membangun untuk meningkatkan kualitas tulisan saya. terimakasih. by khasan
Tampilkan postingan dengan label perpustakaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perpustakaan. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 15 September 2012
Selasa, 11 September 2012
Automasi Perpustakaan
Banyak
orang tahu akan perpustakaan, banyak orang paham akan perpustakaan, banyak
orang bilang sudah memanfaatkan perpustakaan (dulu waktu sekolah), banyak yang
bilang buat apa datang ke perpustakaan,
Bahkan ada mahasiswa perpusakaan aja belum pernah masuk ke perpustakaan tapi
bilang saya saya calon pustakawan. Sungguh sungguh miris membacanya. Tapi menurut
begitulah realita yang ada, bahkan perpustakaan tidak jarang hanya di jadikan
sebagai tempat membaca Koran gratis (bagi beberapa orang).
Perpustakaan
berasal dari kata pustaka, yang
berarti kitab, buku. Kemudian di beri awalan per- dan akhiran –an
sehingga menjadi perpustakaan. Perpustakaan mengandung arti 1. kumpulan
buku-buku bacaan. 2. Bibliotek, dan 3. Buku-buku kesusasteraan. (Kamus Besar Bahasa Indonesia; 2005:912).
Sedangkan menurut Sulistyo Basuki, “Perpustakaan adalah sebuah ruangan atau
gedung yang digunakan untuk menyimpan buku dan terbitan lainnya yang biasanya
disimpan menurut tata susunan tertentu yang digunakan pembaca bukan untuk
dijual” (1991:3).
Automasi
perpustakaan terdiri dari dua suku kata yaitu automasi dan perpustakaan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) “otomasi
juga di sebut otomatis adalah secara otomat atau bekerja sendiri.; dengan sendirinya”.
Sedangkan menurut Sulistyo Basuki, “Automasi perpustakaan adalah salah satu
aspek pemanfaatan teknologi informasi
untuk kepentingan perpustakaan mulai dari pengadaan pengatalogan hingga ke jasa
pelayanan informasi bagi pembaca. Atau sering juga disebut dengan istilah
komputerisasi perpustakaan” (1995: 96). Sedangkan
dalam tulisannya tentang otomasi perpustakaan Harmawan, menjelaskan “Sistem Otomasi Perpustakaan atau Library Automation System adalah software yang beroperasi berdasarkan
pangkalan data untuk mengotomasikan kegiatan perpustakaan”
(2008:1).
Namun
secara singkat otomasi perpustakaan adalah pemanfaatan media teknologi
informasi (komputer) dalam kegiatan perpustakaan dengan bantuan software automasi pengolah basis data
perpustakaan. Adapun contoh software automasi perpustakaan sekarang banyak yang
gratis. Dapat anda download di sini
ingin melihat artikel lainnya di
http://khasanboement.wordpress.com
Senin, 20 Februari 2012
PERAN TATA RUANG DALAM PENGATURAN RUANG PERPUSTAKAAN LEMBAGA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS LAYANAN
PERAN TATA RUANG DALAM PENGATURAN
RUANG PERPUSTAKAAN LEMBAGA UNTUK
MENINGKATKAN KUALITAS LAYANAN
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar
belakang
Perpustakaan sesuai dengan fungsinya merupakan
pusat informasi yang sangat berpengaruh bagi peningkatan kualitas pendidikan
sumber daya manusia di lingkungan sekitar. Perpustakaan merupakan salah satu
badan pemerintah yang mendukung tingkat pendidikan dan sebagai salah satu
lembaga informasi yang di gnakan sebagai tempat menggali potensi diri melalui
membaca dan sarana rekreasi.
Perpustakaan mengoptimalkan layanan pada empat hal yaitu, sarana
kegiatan pembelajaran, sarana informasi, sarana penelitian, dan sarana
rekreasi.
Namun ke empat layanan itu tidak akan dapat
berjalan dengan baik jika penataan ruangan tidak bersih, indah, aman, dan
nyaman. Karena ruangan yang tidak nyaman akan membuat para pemustaka bisa bosan
untuk dan enggan untuk berada di dalam ruang perpustakaan. Keadaan ruangan yang
kotor juga bisa mengakibatkan rasa malas untuk masuk ruangan apalagi untuk
membaca buku yang jelas – jelas butuh akan ketenangan kenyamanan dan
konsentrasi dari pemustaka.
Untuk itu kegiatan penataan ruang perpustakaan
sangatlah penting untuk di lakukan. Salah satu untuk membuat ruangan manjadi
bersih, indah, tertata rapi, aman dan terasa nyaman. Selain itu dengan ruangan
yang aman dan nyaman tentunya akan meningkatkan kwalitas layanan perpustakaan
dan para pemustaka akan betah dan mau berkunjung lagi ke perpustakaan. Seperti
halnya supermarket lebih aman, dan nyaman lebih banyak peminatnya dari pada
pasar tradisional yang bau akan sayuran dan daging yang tidak di paket dengan
indah. Walau harganya lebih mahal tetapi dengan polesan penataan yang bagus dan
berkwalitas super market modern lebih diminati public. Untuk itu perpustakaan
lembaga yang berisi orang orang cerdas, dan berpendidikan juga harus di lakukan
penataan ruangan yang serius agar kwalitas layanannya semakin baik,. Dan di
harapakan pula statistic penggunanya juga akan anik serta tingkat SDMnya pula.
1.2.
Rumusan
Masalah
Makalah kami ini yang berjudul
“Peran Tata Ruang Dalam Pengaturan Ruang Perpustakaan Lembaga Untuk
Meningkatkan Kualitas Layanan” mempunyai
beberapa rumusan masalah, antara lain:
1.
Apa itu Tata ruang perpustakaan lembaga?
2.
Apa saja
yang di butuhkan dalam Tata Ruang Perpustakaan?
3.
Bagaimana peran
tata ruang dalam pengaturan ruang perpustakaan lembaga untuk meningkatkan kwalitas layanan?
1.3.
Tujuan
Di dalam pembuatan makalah saya ini
mempunyai beberapa tujuan, adapun tujuan
dari makalah saya yang berjudul “Peran Tata Ruang Dalam Pengaturan Ruang
Perpustakaan Lembaga Untuk Meningkatkan Kualitas Layanan” adalah sebagai
berikut:
1.
Menyelesaikan tugas yang diberikan oleh dosen
mata kuliah Tata Ruang dan Sarana Perpustakaan.
2.
Untuk mengetahui maksud dari tata ruang
perpustakaan lembaga.
3.
Untuk mencari tahu hal yang di butuhkan dalam tataruang
perpustakaan.
4.
Untuk mengetahui peran tata ruang dalam
pengaturan ruang perpustakaan lembaga untuk
meningkatkan kwalitas layanan.
BAB II
KAJIAN TEORI
2.1. Perpustakaan
Perpustakaan
adalah merupakan hal yang penting untuk diadakan dan di perhatikan secara
khusus karena melihat fungsi dan isinya. Namun untuk memperkuat teori tentang
perpustakaan ada bebrapa pakar yang mendefinisikan perpustakaan. Salah satunya
menurut sulistyo basuki yang mendefinisikan bahwa,
“Perpustakaan
adalah sebuah ruangan atau gedung yang digunakan untuk menyimpan buku dan
terbitan lainnya yang biasanya disimpan menurut tata susunan tertentu yang
digunakan pembaca bukan untuk dijual ( Sulistyo, Basuki ; 1991 ). “
Sedangkan
menurut UU RI No. 43 Th. 2007 Tentang perpustakaan pasal 1 ayat 1 menjelaskan
bahwa
“Perpustakaan
adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya
rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan
pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka. ( pasal 1 ayat 1 UU RI No. 43 Th. 2007
Tentang perpustakaan )”
Namun lain lagi untuk perpustakaan khusus seperti
perpustakaan lembaga, karena dalam UU RI No. 43 Th. 2007 Tentang perpustakaan
pasal 1 ayat 7 juga telah di jelas kan bahwa,
“Perpustakaan
khusus adalah perpustakaan yang diperuntukkan secara terbatas bagi pemustaka di
lingkungan lembaga pemerintah, lembaga masyarakat, lembaga pendidikan,
keagamaan, rumah ibadah, atau organisasi lain. ( pasal 1 ayat 7 UU RI No. 43 Th. 2007 Tentang perpustakaan )”
Dari
segitu banyak teori akan perpustakaan maka penulis dapat menyimpulkan bahwa
perpustakaan lembaga adalah sebuah institusi / organisasi perpustakaan yang
memberikan pelayanan dan bertugas untuk melayani pemustaka di kalangan lembaga
serta yang bertanggung jawab atas kegiatannya adalah pimpinan lembaga.
2.2. Tata Ruang
Banyak pakar juga mengatikan tata ruang yang memang terdiri
dari dua suku kata namun penulis hanya sekilas untuk melihat definisi ini, kare
memang sudang jelas dalam UU kita yang menjelaskan bahwa,
Tata
berarti pengaturan, penyusunan. Sedangkan “Ruang adalah suatu wadah yang
meliputi ruang daratan, ruang lautan, ruang udara sebagai suatu kesatuan
wilayah tempat manusia dan makhluk lainya hidup dan melakukan kegiatan serta
memelihara kelangsungan hidup.”(UU No. 24
Th.1992).
Jadi menurut kesimpulan penulis, tata ruang adalah segala
sesuatu yang berada dalam ruangan yang di bua dan, diatur sebagai wadah dalam
suatu kegiatan dalam melakukan kegiatan.
2.3 Layanan
& kualitas
Seperti
ilmu lain banyak ahli yang mendefinisikan arti layanan. Namun penulis merujuk
pada pengertian menurut A.B. Susanto & Himawan Wijanarko yang
mendefinisikan bahwa,
“Layanan
merupakan pengantar bagi aliran nilai tambah yang akan disampaikan kepada
pelanggan, sampai nilai tambah itu dapat memenuhi kebutuhan atau harapan
konsumen. (A.B. Susanto & Himawan Wijanarko)”
Sedangkan
menurut Eko Suhartanto tentang layanan telah di jelaskan bahwa,
“Layanan
merupakan visualisasi dan perwujudan dari peluang yang memungkinkan apa yang
kita rasakan sebagai peluang bisa turut dinimati orang lain. (Eko Suhartanto).”
Begitu juga dengan kwalitas, yang telah di
definikan menjadisesuatu hal yang lebih luas yaitu,,
“kualitas
merupakan suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia,
proses dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan. Pendekatan yang
dikemukakan Davis menegaskan bahwa kualitas bukan hanya menekankan pada aspek
akhir yaitu produk dan jasa tetapi juga menyangkut kualitas manusia, kualitas
proses dan kualitas lingkungan. Sangatlah mustahil menghasilkan produk dan jasa
yang berkualitas tanpa melalui manusia dan produk yang berkualitas. (Davis dalam Yamit; 2004 : 8 ).”
Sedangkan
menurut “Goetsch dan Davis (dalam Tjiptono, 2005:10) menjelaskan bahwa kualitas
merupakan kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, sumber daya
manusia, proses, dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan.”
BAB III
PEMBAHASAN
3.1.
Pengertian
Tata
berarti pengaturan, penyusunan. Sedangkan Gedung atau ruangan perpustakaan
adalah bangunan yang sepenuhnya diperuntukkan bagi seluruh aktivitas sebuah
perpustakaan. Disebut gedung apabila merupakan bangunan besar dan permanent,
terpisah dari gedung lain sedangkan apabila hanya menempati sebagian dari
sebuah gedung atau hanya sebuah bangunan (penggunan ruang kelas), relatif kecil
disebut ruangan perpustakaan.
Segala sesuatu yang berada dalam ruangan yang di
buat dan, diatur sebagai wadah dalam suatu kegiatan dalam melakukan kegiatan
adalah arti dari tata ruang. Sedangkan Tataruang Perpustakaan Lembaga adalah
usaha untuk mengatur atau menyusun ruangan perpustakaan lembaga dengan
sedemikian rupa sehingga dapat tercipta suasana yang indah, rapi, bersih, aman
dan nyaman bagi para petugas dan pemakai perpustakaan.
Sedangkan kualitas layanan dilihat dari peran
tata ruang perpustakaan lembaga adalah tingkat kondisi ruangan perpustakaan
untuk mendukung kegiatan jasa perpustakaan lembaga untuk memenuhi atau melebihi
yang di harapkan publik.
3.2.
Hal Yang Di Butuhkan Dalam Kegiatan Tata Ruang
Perpustakaan Lembaga
Dalam melakukan tata
ruang perpustakaan banyak hal yang di butuhkan, agar dalam melakukan tata ruang
dapat tertata dengan baik dan sempurna. Sebelum melakukan tata ruang
perpustakaan perlu kita ketahui bersama bahwa penataan ruangan adalah hal yang
mutlak perlu di lakukan oleh pustakawan agar ruang kerja dan ruang layanan
perpustakaan dapat tercipta suasana yang rapi, bersih, indah dan nyaman, serta
dapat meningkatkan kwalitas dari jasa layanan yang kita sediakan. Sehingga
dengan kenyamanan dari ruangan perpustakaan dapat memberi efek kepada para
pemakai perpustakaan agar merasa betah dan mau datang lagi ke perpustakaan.
Adapun hal – hal yang
perlu diperhatikan dalam melakukan tata ruang perpustakaan adalah seperti di
bawah ini:
a.
Letak Ruangan
Sebelum melakukan panataan ruangan dengan
tentu di perhatikan dahulu letak ruang perpustakaa lembaga. Karena letak
ruangan perpustakaan harus stratis dan mudah di jangkau oleh para pegawi
lembaga. Apalagi perpustakaan lembaga melayani orang – orang penting yang punya
banyak kesibukan. Untuk itu letak ruangan harus pada jalur lalulintas kegiatan
lembaga yang strategis, bukan terletak di belakang samping gudang/toilet.
Berikut rancangan letak ruangan
Perpustakaan yang strategis untuk di dirikannya ruang perpustakaan lembaga:
![]() |
|||
b.
Bentuk Ruang
Sebelum menata ruangan perlu di ketahui
bahwa bentuk ruang yang paling efektif adalah ruangan yang berbentuk bujur
sangkar. Mengapa demikian? Jawabannya adalah karena ruang berbentuk bujur
sangkar, merupakan ruang yang paling
mudah dan fleksibel dalam pengaturan perabot apalagi bila rak buku yang
dimiliki banyak dan lalu lintas pengunjung yang ramai. Selain itu bentuk ini
juga paling mudah dan baik untuk pengaturan penerangan, karena bentuknya yang
tidak tertutup tembok.
Untuk itu ruang perpustakaan pada lembaga
yang saya rancang ini juga berbentuk bujur sangkar. Dan bisa di lihat pada
gambar letak ruangan dan bentuk ruangan dari masing – masing ruangan yang ada
di lembaga.
c.
Tata Ruang
Merencanakan tata ruang harus di dasari dengan hubungan
antar ruang yang dipandang dari segi efisiensi, alur kerja, mutu layanan,
keamanan dan pengawasan. Penempatan perabotan perpustakaan diletakkan sesuai
dengan fungsi dan berdasarkan pembagian ruang diperpustakaan sebagai contoh :
-
lobi lemari penitipan barang, papan pengumuman
dan pameran, kursi tamu, meja dan kursi petugas
-
ruang peminjaman meja dan kursi sirkulasi,
kereta buku, lemari arsip, laci-laci kartu pengguna, jika sudah otomosi maka
computer , bacode reader dan kursi petugas.
-
ruang koleksi buku rak buku baik dari satu sisi
atau dua sisi, kereta buku, tangga beroda
-
ruang baca meja kursi baca kelompok, perorangan
( studi karel) dan meja kamus
-
ruang administrasi meja kursi petugas, lemari
arsip, mesin ketik, komputer, telpon, kereta buku, lemari buku dsb.
Pada perpustakaan lembaga kali ini saya sebagai
penulis akan membuat tata ruang perpustakaan lembaga agar kualitas layanan
dapat meningkat. Adapun denah tataruang yang sekiranya dapat meningkatkan
layanan perpustakan dapat di lihat pada gambar di bawah ini:
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
d.
Penerangan, Ventilasi, Perabot Serta
Pengamanan
Untuk penerangan pada ruang perpustakaan lembaga ini butuh
sekitar 6 lampu, dan tidak menggunakan ventilasi untuk penyejuk ruangan tetapi
menggunakan AC, selain itu perabot juga di adakan dengan perabotan yang nyaman
dan berkulitas agar kualitas pelayanan juga akan lebih bagus. Namun untuk
standar perpustakaan biasa bisa menggunakan hal sebagai berikut:
a) penerangan
Penerangan harus diatur sehingga tidak terjadi
penurunan gairah membaca atau membuat silau. Hal ini dapat dilakukan dengan
cara menghindari sinar matahari langsungserta memilih jenis yang dapat
memberikan sifat dan taraf penerangan yang tepat dengan kebutuhan, misalnya :
-
lampu pijar : memberikan cahaya setempat
-
lampu TL/PL/Fluorescent : memberikan cahaya yang
merata
-
lampu sorot ; memberi cahaya yang terfokus pada
obyek tertentu
b)
Ventilasi
Ventilasi dalam
perpustakaan harus diperhatikan karena selain untuk kenyamanan petugas dan
pengguna ventilasi juga diperlukan untuk bahan pustaka. Ada 2 macam sistem
ventilasi :
o
Ventilasi pasif .
o
Ventilasi aktif
c)
Perabot
Perabot
disini adalah kursi dan meja baca pemustaka. Karena perpustakaan lembaga berisi
SDM yang kelas menengah keatas, dan sudah biasa di manjakan dengan fasilitas
rumah mereka, perpustakaanya juga harus di sesuaikan dengan tipe SDM yang ada.
Untuk meja baca sebaiknya gunakan meja baca yang simple namun santai dan tidak
terlalu formal sepaerti perpustakaan pada umumnya. Sedangkan untuk kursi
pemustaka carilah kursi kerja berputar yang berroda, agar pemakai di manjakan
dengan kenyamanannya, sehingga para pemustaka akan sangat nyaman dan merasa
santai saat membaca di perpustakaan.
d)
Pengamanan
Untuk menjaga keamanan perpustakaan perlu
antisipasi bila terjadi sesuatu seperti kebakaran, bencana alam, hama dll.
-
Kebakaran Penempatan jalam darurat kearah luar
pada tempat-tempat strategis yang mudah dicapai Pemilihan bahan bangunan yang
tidak mudah terbakar Penyediakan alat-alat pemadam kebakaran Alat pendeteksi
kebakaran ( alarm sistem)
-
Gempa bumi, angin topan, air hujan, banjir dan
petir Perencanaan ketinggian permukaan lantai dasar lebih tinggi dari pada
tanah disekitar bangunan Sistem drainasi pembuangan air hujan jangan
menimbulkan genangan pada halaman perpustakaan Perencanaan bangunan tahan gempa
Memasang system penangkal petir terutama pada bangunan bertingkat
-
Hama Pemilihan bangunan yang tahan hama Mengurangi
celah-celah kecil pada bangunan yang dapat dijadikan rumah tikus Memberikan
suntikan anti rayap disekeliling bangunan
-
Pencurian bahan pustaka Sistem perencanaan satu
pintu keluar masuk Peletakan lubang/jendela untuk ventilasi dilakukan pada
tempat yang sullit dijangkau
e.
Penggunaan Rambu-Rambu
Rambu-rambu dalam perpustakaan selain untuk
memperindah ruangan juga membantu pengguna menemukan dan memanfaatkan koleksi
dan fasilitas perpustakaan secara maksimal. Rambu-rambu dibuat dalam bentuk
tulisan, simbol ataupun gambar. Contoh rambu di dalam perpustakaan seperti
simbol atau tulisan “ meja informasi”, “ Penitipan Barang “, ‘ Harap Tenang”
atau “Dilarang merokok”. Dalam mendesain rambu di perpustakaan perlu
memperhatikan huruf, hendaknya huruf yang sederhana mudah dibaca dari jauh
dengan ukuran yang proposional. Kata-kata yang digunakan juga harus yang
singkat lugas, informasi secukupnya dan konsisten. Di dalam penempatan
ramburambu perpustakaan biasanya menggunakan metode digantung diplafon diatara
rak, ditempel didinding atau perabot, ditempatkan berdiri diatas lantai atau
perabot perpustakaan.
Untuk lebih meningkatkan layanan kenyamanan dan
keindahan perpustakaaan lembaga alangkah baiknya rambu rambu ini di buatkan
dengan ukuran dan kaligrafi dan di bingkai dengan indah sehingga akan menambah
kecantikan pandangan dan membuat nyaman jika di baca.
3.3.
Peran
Tata Ruang Dalam Pengaturan Ruang Perpustakaan Lembaga Untuk Meningkatkan Kwalitas Layanan
Setelah kita lihat hal yang perlu di perhatika
dan ruang lingkup dari tata ruang perpustakaan, khususnya untuk perpustakaan
lembaga maka dapat kami simpulkan bahwaq peran tata ruang perpustakaan untuk
meningkatkan jasa layanan perpustakaan sangatlah berperan. Coba anda bayangkan
jika rumah anda indah bersih dan tertata rapi bagi man pendapat saudara?? Tentu
akan betah dan nyaman tinggal di rumah. Begitu pula dengan perpustakaan apabila
tata ruangannya indah maka pemakai akan menikmati layanan ruangan yang nyaman
indah dan membuat betah untuk berlama lama berada di perpustakaan.
Dari situ juga terlihat bahwa layana
perpustakaan yang paling utama di nikmati adalah jasa penataan ruangan dan
suasana ruangan. Karena pemakai sebelum menikmati layanan iniformasi dan yang
lainnya pertama yang di suguhkan adalah letak ruangannya. Dari pintu masuk,
layanan, sampai keluar pemakai akan selalu menikmati jasa tata ruang.
Maka dari itu dapat di rincikan peran tata ruang
dalam meningkatkan jasa layanan perpustakaan lembaga khususnya pengaturan
ruangannya adalah sebagai berikut:
1.
Memberi kesan nyaman saat masuk dan akan
menggunakan layanan lain di perpustakaan saat memasuki perpustakaan.
2.
Pemustaka akan merasa betah dengan keindahan dan
kerapian penataan ruangan, sehingga memudahkan pemustaka dalam mencari bahan
pustaka yang akan di manfaaatkan pada rak buku.
3.
Mendukung kemudahan dalam pencarian bahan
pustaka dena penataan rak yang tapat dan sistematik.
4.
Mempermudah pemustaka menggunakan layanan OPAC
karena penataanya berada di paling depan.
5.
Dengan penataan penerangan yang baik akan
meningkatkan layanan membaca di tempat karena terangnya ruangan.
6.
Dengan penataan AC / penyejuk lainnya dapat
menyihir pemustaka untuk tetap diam dan membaca di perpustakaan.
7.
Peran yang paling utama dati penataan ruangan
adalah membuat semua layanan yang ada/ di sediankan di perpustakaan ikut
meningkat karena kualitas penataan ruangan yang baik akan membawa manfaat yang
baik pula untuk kegiatan lainnya. Seperti : meningkatkan kenyaman pengunjung
dan menarik minat pengunjung datang, meningkatkan kinerja para pegawainya
sehingga akan meningkatkan output layana perpustakaan.
BAB IV
PENUTUP
1. Kesimpulan
Tata ruang adalah Segala sesuatu yang berada
dalam ruangan yang di buat dan, diatur sebagai wadah dalam suatu kegiatan dalam
melakukan kegiatan. Sedangkan Tataruang Perpustakaan Lembaga adalah usaha untuk
mengatur atau menyusun ruangan perpustakaan lembaga dengan sedemikian rupa
sehingga dapat tercipta suasana yang indah, rapi, bersih, aman dan nyaman bagi
para petugas dan pemakai perpustakaan. Jadi kualitas layanan dilihat dari peran
tata ruang perpustakaan lembaga adalah tingkat kondisi ruangan perpustakaan
untuk mendukung kegiatan jasa perpustakaan lembaga untuk memenuhi atau melebihi
yang di harapkan publik.
Adapun hal – hal yang
perlu diperhatikan dalam melakukan tata ruang perpustakaan adalah: 1. Letak
Ruangan,; 2. Bentuk Ruang,; 3. Tata Ruang,; 4. Penerangan, Ventilasi, Perabot
Serta Pengamanan,; 5. Penggunaan Rambu-Rambu. Dengan adanya penataan semua hal
ini maka akan meningkatkan kualitas dari layana perpustakaan. Karana ruang
adalah unsure utama dari terbentuknya sebuah perpustakaan. Tanpa danya ruangan
maka perpustakaan tidak akan dapat terwujud.
Begitu juga peran tata ruanga denga pengaturan
ruangannya dalam neningkatkan kualitas layana perpustakaan lembaga sangat
berperan karena denga penataan yang baik dapat membuat semua layanan yang ada/
di sediankan di perpustakaan ikut meningkat karena kualitas penataan ruangan
yang baik akan membawa manfaat yang baik pula untuk kegiatan lainnya. Seperti :
meningkatkan kenyaman pengunjung dan menarik minat pengunjung datang,
meningkatkan kinerja para pegawainya sehingga akan meningkatkan output layana
perpustakaan.
2. Saran
Untuk itu para pustakawan khususnya yang
bekerja di perpustakaan lembaga sebaiknya perhatika pula tata ruangnya, karena
tata ruang yang baik juga akan memberikan efek pada yang baik pada kuaitas
layana perpustakaan. Jangan menyepelekan tata ruang karena sega susuatunya
apabila tidak di tata maka tidak akan berjalan sesuai denga harapan. Apapun
itu.
DAFTAR
PUSTAKA
Diklat Pengelola
Perpustakaan MTs. Depag Prov. Jatim Surabaya, 1-10 November 2006 & telah
diterbitkan pada Mimbar Pustaka Jatim No 01/Th.I/Januari-Maret 2007. Edited by
Alif.
Perpustakaan dan
masyarakat. Sutarno NS. Ed. Rev. .-- Jakarta: Sagung seto, 2006.
Sulistyo-Basuki. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta:
Gramedia Pustaka Utama, 1993.
Undang – undang republic Indonesia nomor 23 tahun 2007. - -
tentang Perpustakaan.
KRITERIA BACAAN ANAK DAN REMAJA PADA PERPUSTAKAAN
KRITERIA BACAAN ANAK DAN REMAJA
PADA PERPUSTAKAAN
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Kehidupan suatu bangsa erat sekali kaitannya dengan
tingkat pendidikan. Pendidikan bukan hanya sekedar mengawetkan budaya dan
meneruskannya dari generasi ke generasi, akan tetapi juga diharapkan dapat
mengubah dan mengembangkan pengetahuan. Pendidikan juga bukan hanya menyampaikan keterampilan
yang sudah dikenal, tetapi harus dapat meramalkan berbagai jenis keterampilan
dan kemahiran yang akan datang, dan sekaligus menemukan cara yang tepat dan
cepat supaya dapat dikuasai oleh generasi penerus.
Generasi penerus kita adalah tergantung pada anak dan remaja pada zaman
sekarang. Untuk itu kita sebagai pustakawan harus menyesuaikan tingakat bacaan
untuk mereka.
Penyesuaian
bacaan yang di maksud disini adalah penyesuaian tingkatan atau kriteria bacaan
bagi anak dan remaja, misalnya bacaan di sesuaikan dengan tingkatan umur,
berdasarkan tingkat pendidikan, tingkat informasi yang di sampaikan bahkan
sampai ke tingkat rekreasi yang terkandung dalam sebuah bacaan. Sehingga dengan
adanya pembagian tingkatan pada bacaan anak dan remaja nantinya akan berefek
pada tingkat kualitas minat baca pada generasi kita. Karena lewat bacaan yang
mereka baca nantinya kan berpengaruh juga pada tingkahlaku dan msa depan yang
akan mereka tempuh.
Banyak
pakar mengatakan bahwa jika perpustakaan di suatu Negara itu baik maka baik
pula Negara itu, sehingga dari ungkapan itu dapat di klarifikasikan bahwa
kwalitas Negara saja dapat dinilai dari efektifitas dan kwalitas perpustakaan
yang ada. Mengapa demikian karena perpustakaan yang berisi berbagai macam
literature/ bacaaan ini semuanya mengandung akan informasi, ilmu pengetahuan,
dan juga kebudayaan yang sangat luar biasa.
1.2 Rumusan Masalah
Dalam makalah kami ini yang berjudul “ Kriteria Bacaan Anak
dan Remaja pada Perpustakaan ” mempunyai beberapa rumusan masalah, antara lain:
1.
Apa itu bacaan?
2.
Bagaimana kriteria bacaan anak dan remaja??
1.3 Tujuan
Di dalam pembuatan suatu
makalah / karya ilmiah pasti mempunyai suatu tujuan, adapun tujuan dari makalah
kami yang berjudul “ System Penyeleksian Literature Perpustakaan Pada Tingkat
Fakultas ” adalah sebagai berikut:
1.
Menyelesaikan tugas yang diberikan oleh dosen
mata kuliah Literatur Anak dan Remaja.
2.
Untuk mengetahui dan mendalami teori bacaan
3.
Untuk mengetahui kriteria dari bacaan anak dan
remaja
BAB II
KAJIAN TEORI
2.1 Bacaan
/ Literatur
Menurut ALA Glosary of Library and information Science (1983) mendefinisikan
bacaan / iterature sebagai berikut:
”Literatur adalah bahan bacaan yang digunakan
dalam berbagai aktifitas baik secara intelektual maupun rekreasi.(1983)”
Sedangkan menurut sulistyo
basuki dalam bukunya pengantar ilmu perpustakaan bahwa
“literature adalah merupakan
dokumen. (1996)”
Sedangkan dalam kamus besar
bahasa Indonesia mengartikan bahwa:
Bacaan adalah (buku,dst)
yang dibaca.
Dari pengetian di atas dapat
di tegaskan bahwa literature/ bacaan dalah suatu bahan bacaan (tentunya berupa
huruf/angka/ gambar) yang dapat di gunakan untuk beraktifitas secara intelek
dan berupa kumpulan tulisan (dokumen/buku).
2.2 anak dan remaja
Berdasarkan pembagian
psikologi perkembangan usia manusia, di golongkan berdasarkan umur sebagai
berikut :
-
bayi lahir-3 tahun
-
balita 4-6 tahun
-
anak 7-12 tahun
-
remaja 13-18 tahun
-
dewasa awal 19-39 tahun
-
dewasa tengah 40-60 tahun
-
dewasa akhir (lansia) 61 tahun-mati
“Anak adalahn merupakan
individu yang berada dalam satu rentang perubahan perkembangan yang dimulai
dari bayi hingga remaja.”
Sedangkan
menurut Sri Rumini & Siti Sundari menerangkan tenteng remaja dan
mendefinisikannya bahwa:
“Masa remaja adalah peralihan
dari masa anak dengan masa dewasa yang mengalami perkembangan semua aspek/
fungsi untuk memasuki masa dewasa. Masa remaja berlangsung antara umur 12
tahun sampai dengan 21 tahun bagi wanita dan 13 tahun sampai dengan 22 tahun
bagi pria. (2004: 53)”
Dari teori itu dapat di
simpulkan bahwa anak adalah satu peralihan/perubahan dari masa bayi/ balita
sampai pada masa remaja, jika menggunakan umur maka anak adalah manusia yang
berumur dari 7-12tahun. Sedangkan remaja adalah masa peralihan dari masa anak
anak sampai pada masa dewasa, dan juka menggunakan umur maka remaja adalah
manusia yang berda pada umur 13-18 tahun.
2.3 Perpustakaan
Dalam
bukunya pengentar ilmu perpustakaan Dr. sulistyo basuki telah mendefinisikan
arti dari sebuah perpustakaan, yaitu:
Perpustakaan diartikan sebuah ruangan atau
gedung yang digunakan untuk menyimpan buku dan terbitan lainnya yang biasanya
disimpan menurut tata susunan tertentu yang digunakan pembaca bukan untuk
dijual ( Sulistyo, Basuki ; 1991 ).
Sedangkan dalam undang undang No. 43 tahun 2007
tentang perpustakaan, pemerintah RI lewat undang undangya menjelaskan arti
sebuah perpustakaan yang berbunyi bahwa:
“Perpustakaan adalah
institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam
secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan,
penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka. ( pasal 1 ayat 1 UU RI No. 43 Th. 2007
Tentang perpustakaan )”
Dari kedua teori tersebut maka dapat kami
simpulkan bahwa perpustakaan adalah suatu institusi dengan berupa gedung yang
digunakan untuk menghimpun, menyimpan, mengelola dan menyebarkan informasi baik
dalam bentuk tercetak maupun non cetak untuk di manfaatkan oleh pemustaka
dengan sisterm yang baku berdasarkan ilmu perpustakaan.
BAB III
PEMBAHASAN
A. Pengetian
Menurut “ALA
Glosary of Library and information Science (1983) Literatur adalah bahan
bacaan yang digunakan dalam berbagai aktifitas baik secara intelektual maupun
rekreasi.” Sedangkan dalam KBBI “bacaan merupakaan (buku,dst) yang di baca.”
Dari pengetian di atas dapat
di tegaskan bahwa literature/ bacaan adalah suatu bahan bacaan (tentunya berupa
huruf/angka/ gambar) yang dapat di gunakan untuk beraktifitas secara intelek
dan berupa kumpulan tulisan (dokumen/buku). Bacaan ini sangat banyak sekali
macamnya dari mulai fiksi, komik, buku pelajaran, sejarah, ensiklopedi, buku
teks, dan lain sebagainya. Sehingga dari begitu banyak bacaan dapat di
golongkan dalam criteria bacaan yang ada.
Dari
teori rujukan yang kita pakai teori anak dan remaja dapat disimpulkan bahwa
anak adalah satu peralihan/perubahan dari masa bayi/ balita sampai pada masa
remaja, jika menggunakan umur maka anak adalah manusia yang berumur dari
7-12tahun. Sedangkan remaja adalah masa peralihan dari masa anak anak sampai
pada masa dewasa, dan juka menggunakan umur maka remaja adalah manusia yang
berda pada umur 13-18 tahun.
Sedangkan perpustakaan seperti yang sudah kita
ketahui bahwa pengertiannya tidak asing lagi bagi kalangan kita pustakawan.
Tetapi alangkah baiknya kalo penulis definisikan secara singkat. Adapun
pengertian perpustakaan adalah suatu institusi dengan berupa gedung yang
digunakan untuk menghimpun, menyimpan, mengelola dan menyebarkan informasi baik
dalam bentuk tercetak maupun non cetak untuk di manfaatkan oleh pemustaka
dengan sisterm yang baku berdasarkan ilmu perpustakaan.
B. Kriteria Bacaan Anak dan Remaja
Dalam
sebuah perpustakaan yang sifatnya untuk melayani masyarakat tentu mempunyai
kriteria dalam memberikan informasi, baik kriteria untuk bacaaan anak, remaja,
dewasa, dan pekerja bahkan untuk masyarakat golongan atas yang berpendidikan
tinggi. untuk itu seorang pustakawan harus mengetahui benar - benar keadaaan
dan ruang lingkup masyarakat yang di layaninya. Seperti istilah yang akhir -
akhir ini sering muncul dalam seminar- seminar bahwa seorang pustakawan harus
mau menjemput bola bukan menunggu bola. Artinya kita sebagai pustakawan harus
mau membujuk, mengarahkan serta membimbing masyarakatnya supaya mereka mau
datang dan menggunakan jasa perpustakaan.
Namun
selain untuk beriklan, membujuk, dan membimbing atau dengan kata lain menjemput
bola. Pustakawan juga harus mempersiap segi internalnya. Antara lain pelayanan,
sarana prasarana, kualitas koleksi dan lainya. Sedangkan untuk meningkatkan
kualitas pendidikan anak dan remaja sebagai generasi penerus kita juga tidak
boleh main - main dalam memberikan layanan kepada mereka terutama pada jenis
bacaan yang dilayangkan untuk mereka. Karena jika salah memberikan bacaan
kepada mereka dampaknya akan berefek pada masa depan anak itu.
Untuk
itu ada beberapa kriteria perpustakaan dalam memberikan dan menghimpun
informasi untuk anak dan remaja. Khususnya untuk perpustakan sekolah sesuai
dengan jenjang anak dan remaja. Adapun kriteria bacaan anak dan remaja yang
seharusnya diadakan adalah sebagai berikut:
1.
Menurut kelompok umur
Menurut tingkatan umur
dari anak dan remaja penggolongan anak
adalah umur 7-12tahun dan remaja umur 13-18 tahun. Jika di definisikan anak
berarti berada pada jenjang kelas 1SD sampai kelas 6SD. Sedangkan umur remaja
berada pada tingkat SMP hingga tingkan SMA. Memang pada jenjang ini sangatlah
rentan akan pengeruh dari dunia luar seperti bacaan yang di baca dan pergaulan
yang di geluti. Adapunkriteria bacaan dari masing – masing jenjang umur anak
dan remaja adalah sebagai berikut:
a.
Anak umur 7-9 tahun sebaiknya di suguhi dengan
bacaan yang sifatnya dasar dan pengenalan huruf, kalimat dan cara membaca
tepat. Karena dalam tahapan ini masih baru mengenal bacaan sehingga perlu
bimbingan khusus dari guru dan orangtua dalam membaca bacaannya yang mungkin
memang masih belumlancar dalam membaca.
b.
Anak umur 10-12 tahun adalah masa perkembangan
anak dan dapat di lihat minat baca pada anak umur ini. Untuk itu adar minat
baca anak tidak turun kriteria pada umur ini sebaiknya banyak di suguhi dengan
bacaan – bacaan religi cerita tentang tokoh agama, cerita cerita fiksi dan bisa
di selingi dengan pendidikan sesuai jenjang pendidikan formalnya.
c.
Remaja umur 13-15 tahun adalah masa anak/ remaja
mulai mengenal dunia luar. Untuk itu sebaiknya kriteria bacaan untuk anak usia
ini bisa diberi materi yang sifatnya persahabatan, ceriata petualangan sehingga
minat baca dari meraka tidak punbah dan terus bertambah. Tak ketinggalan juga
bacaan untuk meraka adalan bacaan pendidikan formal yang di selingi denan
cerita seperti pelajaran matematika dengan bercerita dahulu dan menyisipkan
angka angka pada setiap materinya.
d.
Remaja umur 16-18 tahun adalah adalah masa
remaja duduk di bangku SMA dimana pada masa ini banyak remaja yang mulai salah
mengartikan persahabatan dan akhirnya berlanjut ke jenjang cinta, cinta lokasi.
Untuk kriteria pada usia remaja ini sebaiknya di perbanyak koleksi yang
sifarnya cerita fiksi yang sifatnya religi sehingga para remaja di usia ini
akan lebih mengenal tentang keagaman dan merubah persepsi persahabatan yang
berujung cinta menjadi larangan pada agamanya sehingga di harapkan denga adanya
bacaan yang sifatnya religi remaja kita dapat terkontrol rasa ingintaunya lewat
sinergi positif dari bacaan religi yang meraka baca.
2.
Menurut tingkat edukatif/ pendidikan
Jika di lihat dari segi
edukatif atau pendidikan tentunya kita haru melihat jenjang pendidikan formal
yang anak dan remaja jalani. Sehingga dalam kriteria ini pelu pembagian tingkat
pendidikannya. Adapun kriteria bacaan jika dilihat menurut tingkat edukatif
adalah sebagai berikut:
a.
Anak duduk pada bangku kelas 1-2 Sekolah Dasar
Untuk anak yang duduk
pada bangku SD kelas 1-2 sebaiknya kriteria bacaannya adalah: buku belajar membaca, buku belajar menulis,
buku untuk bimbingan membaca dengan cermat. Selain itu juga buku bku belajar
berhitung, belajar penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian angka
angka dan jumlah angkanya juga harus di sesuaikan dengan kurikulum formal yang
berlaku.
b.
Anak duduk pada bangku kelas 3-6 Sekolah Dasar
Untuk anak yang duduk di
bangku ini sebaiknya di sediakan bacaan yang sifatnya sesuai dengan kurikulum
sekolah sehingga dapat menunjang kegiatan PBM yang mereka geluti dan bisa
koinsentrasi pada materi sekolahnya.seperti:
-
Buku paket matematika, IPS, IPA dan sejenidnya.
-
Buku pintar bahasa inggir, b,. Indonesia, dsj.
-
Dan buku buku kamus ringkas.
c.
Remaja duduk pada tingkat SMP
Begitu juga untuk remaja
pada jenjang SMP sebaiknya baccan yang mengandung pendidikan semestinya di
sesuaikan dengan kurikulum yang berlaku agar bisa mendukung pengetauannya pada
materi PBM yang mereka geluti.seperti:
-
Buku pintar bah. Ingris
-
Kamus cepat belajar bahasa
-
Buku latihan UAS/UAN
-
LKS, dan buku paket lainnya.
d.
Remaja duduk pada tingkat SMA
Sedangkan kriteria untuk
tingkat SMA sebaiknya disediakan pendidikan yang sifatnya ketrampilan. Kartena
rasa ingin tahu dari remaja di tingkat ini tergolong sangat besar sehingga
harus ada arahan pendidikan ketrampilan khusus pada jenjang ini. Denga kriteria
pendidikan yang mengutamakan ketrampilan diharapkan nanti remaja bisa mempunyai
sifat mandiri dan tanggung jawab pada ssan meraka menginjak usia dewasa. Adapun
contoh bacaan untuk jenjang SMA adalah:
-
Buku paket sekolah
-
Buku Cara praktis belajar Ms. Word
-
Buku latihan UAS/UAN
-
Cara cepat megetik computer dengan 10jari
-
Cara menjari jati diri
-
Cara menghitung cepat dalam ilmu matematika,
dsb.
3.
Menurut tingkat informasi
Untuk kriteria bacaan
anak dan remaja jika dilihat dari segi informasinya dapat di bedakan menurut
jenjang pendidikan formal pula yaitu berdasarkan jenjang SD, SMP, dan jenjang
SMA. Adapun macam kriterianya adalah sebagai berikut:
a.
Kriteria bacaan yang bersifat informasi untuk
anak SD
Untuk informasi pada jenjang SD sebaiknya
bacaan yang bersifat :
-
pendidikan keseharian seperti tata cara makan,
tatacara mandi, tidur, untuk bangun pagi dsb.
-
Yang mengandung informasi tentang cerita tokoh
teladan.
-
Mengandung informasi tentnag cerita
kepahlawanan, dan cerita kemrdekaan.
Diharapkan dengan
informasi yang di berikan ini anak yang msih suka menghayal dapat tertanam
khayalan yang baik dan bersifat berani dan tnggung jawab seperti para tokoh yang
di ceritakan.
b.
Kriteria bacaan yang bersifat informasi untuk
remaja tingkat SMP.
Untuk tingkat SMP
sebaiknya kriteria bacaannya mengandung informasi tentang:
-
Sebaiknya mengandung informasi tentang
pemantapan cita – cita yang meraka cita citakan di saat berada pada jenjang
Sekolah Dasar.
-
Pendalaman cerita kepahlawanan, tentang praktek
untuk menjadi orng teladan.
-
Informasi yang mengutamakan keadilan dan
kejujuran. Agar remaja di jenjang ini tidak terpengaruh jeleknya lingkungan
luar yang masih baru di jalaninya.
c.
Kriteria bacaan yang bersifat informasi untuk
ramaja tingkat SMA.
Sedangkan untuk
informasi pada jenjang SMA bacaanya memoiliki kriteria yang mengandung
informasi tentang:
-
Informasi tentang pendidikan yang terus
berkembang dan persainagan pendidikan yang kiat ketat agar semakin terus
menumbuhkan minat untuk belajar.
-
Pemantapan ketrampilan
-
Informasi tentang ketrampilan yang dapat
memberikan penghasilan dan kemandirian
-
Informasi tentang trend kegiatan positif di zaman
yang sedang berkembang
4.
Menurut tingkat rekreasi
Menurut tingakat
rekreasi bacaan anak dan remaja memiliki kriteria sebagai berikut:
a.
Kriteria bacaan anak
Pada bacaan anak anak
untuk tingkat rekrasinya sebaiknya mengandung akan cerita – cerita tokoh idaman
seperti tokoh kartun yang sifatnya kepahlawanan, cerita si unyil, cerita
dongeng si kancil, dongeng timun mas, dan dongeng lainnya yang sifatnya member
pemikiran positif pada anak anak.
b.
Kriteria bacaan remaja jenjang SMP
Untuk kriteria tingakt
sms bacaan yang sifarnya rekreatif sebaiknya di taru bacaan tentang sejarah
kepahlawanan, cerita kemerdekaan, dongeng maling kundang, dongeng gunung
tangkuban perahu, danau toba. Sehingga meraka dapat memetik hikmah dari apa
yang di baca dan dapat menjadi media rekreasi bagi remaja di timgkat SMP.
c.
Kriteria bacaan remaja pada jenjang SMA.
Untuk kriteria bacaan
yang bersifat rekreatif untuk kalangan remaja tingkat SMA sangat sulit di
sediakan karena jarangnya bahan pustaka yang ada dan kebanyakan anak remaja
yang duduk di bangku ini lebih suka bacaan novel, cerpen dan majalah, bahkan
tabloid - tabloid remaja yang sudah membahas masalah dewasa. Untuk itu kriteria
yang seharusnya ada untuk bacaan remaja tingkat ini adalah Cerita remaja yang
bersifat religi dan pepahlawanan. Bukan cerita novel percintaan. Contoh bacaan
yang bersifat rekreasi buat remaja ini, misalnya: buku yang berjudul habis
gelap terbitlah terang karya dari R.A. Kartini, dan sebagainya.
BAB IV
PENUTUP
1. Kesimpulan
Bacaan adalah suatu bahan
bacaan (tentunya berupa huruf/angka/ gambar) yang dapat di gunakan untuk
beraktifitas secara intelek dan berupa kumpulan tulisan (dokumen/buku). Bacaan
ini sangat banyak sekali macamnya dari mulai fiksi, komik, buku pelajaran, sejarah,
ensiklopedi, buku teks, dan lain sebagainya. Sehingga dari begitu banyak bacaan
dapat di golongkan dalam criteria bacaan yang ada. Untuk itu perpustakaan harus
pitar pintar memilih bacaan untuk anak dan remaja agar dapat memberikan efek
positif dari apa yang di layankan oleh perpustakaan atas bacaan yang
disediakan.
kriteria bacaan anak dan
remaja dapat di golongkan menjadi beberapa kriteria antaralain: 1. kriteria
bacaan anak dan remaja berdasarkan tingkat umur.; 2. Kriteria bacaan anak dan
remaja berdasarkan tingkat edukatif / pendidikan.; 3. Kriteria bacaan anak dan
remaja berdasarka tingkat informasi yang di kandung.; 4. Kriteria bacaan anak
dan remaja berdasarkan tipe rekreasi dari bacaan.
2. Saran
Sebagai
pustakawan yang melayani pemustaka usia anak dan remaja sebaiknya
mempertimbangkan secara matang atas pengadaan danpenghimpunan bahan bacaan/
pustaka di perpustakaan. Sehingga anak dan remaja akan mendapatkan informasi
sesuai dengan tingkat kebutuhan mereka.
DAFTAR PUSTAKA
Kajian ilmu
perpustakaan: Literatur primer, sekunder dan tersier/ Oleh: gatot subrata,
s.kom,-- Malang: Universitas Negeri Malang, (sa).
Sulistyo-Basuki. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta:
Gramedia Pustaka Utama, 1993.
iv
Langganan:
Postingan (Atom)






